Arti Ketulusan Yang Sesungguhya

Arti Ketulusan Yang Sesungguhya

Arti Ketulusan Yang Sesungguhya :
Jendela motivasi
Rasa sebuah ketulusan

Seorang teman karib menghampiri meja kerja anda. Dan memungut sebatang pensil patah. Pintanya, “Boleh aku pinjam ini?” Anda yang sedang  sibuk hanya menengok sekelebat dan berkata, “Ambil saja.” Setelah itu anda lupa akan kejadian itu selamanya. Padahal bagi bagi teman anda pensil patah itu sangat berharga demi pengerjaan tugasnya.

Tahukan anda “rasa”  sebuah ketulusan? Setiap dari kita pasti pernah memberikan sesuatu dengan setulus murni. Namun, tidak banyak yang mampu memahaminya. Karena ketulusan bukanlah rasa, apalagi untuk dirasa rasakan. Ketulusan adalah rasa yang tidak terasa, sebagaimana anda menyilahkan teman dekat anda mengambil pensil patah anda, tidak ada setitik pun keberatan. Tiada setitik pun permintaan ucapan terima kasih. Tiada setitik pun rasa berjasa. Semua lenyap dalam ketulusan. 

Sayangnya tidak mudah bagi kita untuk memandang dunia ini seperti pensil patah itu. Sehingga selalu ada rasa keberatan atau berjasa saat kita  saling berbagi. Sayangnya tidak mudah juga untuk bersibuk-sibuk pada keadaaan diri sendiri, sehingga pensil patah pun tampak bagai pensil emas. Jangan ingat-ingat perbuatan baik anda.



Puisi : Kobaran Jiwa


Kobaran Jiwa

Ku ingin aku kan lebih dewasa lagi...
Meninggalkan sikap kanak-kanakku..
Sudah saatnya aku menatap lebih serius masa depanku..
“aku yakin pasti bisa..!!!!”
Walupun aku tahu bahwa semua ini takkan mudah...
Namun tidak ada salahnya jika terus berdoa dan berusaha
Marilah kawan berjuang bersamaku ...
Meraih bintang di langit yang paling tinggi
Kita rapatkan barisan kita dan maju bersama.
Kuatnya ombak takkan bisa dengan mudah merobohkan  batu karang besar
Dan bila kau mulai lelah berjuang dan berputus asa
Ingatlah “apa yang kau lakukan saat ini adalah untuk dirimu sendiri”
Dan bila malas mulai menghinggapi dirimu ...
maka ingatlah orang tuamu yang terus berjuang untung mu tanpa malas dan lelah..
Apa kau akan membalas pengorbanan mereka dengan kemalasan  dan kesedihan?????!!!!!!

“kemarin adalah masa lalu, kenyataan adalah saat ini, besok adalah misteri, jangan pikirkan akan jadi apa kamu besok, tapi lakukanlah hal terbaik yang saat ini bisa kamu lakukan, karena masa depanmu tergantung dengan apa yang kamu lakukan saat ini”


~Anam~