Showing posts with label PUISI. Show all posts
Showing posts with label PUISI. Show all posts

Puisi : Kasih Sayang Abadi


Judul puisi   : Kasih Sayang Abadi
Jenis karya  : Puisi 
Tema            : Kasih Sayang, Motivasi 


Kasih Sayang Abadi 

 Kadang kita tidak sadar akan suatu hal. 
Dan kita baru menyadari hal itu ketika sudah tidak ada atau tidak berguna lagi 
Seperti halnya orang tua kita.. 
Kadang kita tidak menyadari betapa besar pengorbanan orang tua kepada kita 
Taukah kalian siapa yang merawat kita hingga seperti ini 
Siapa yang mencukupi segala kebutuhan kita 
Yang membiayai kebutuhan hidup kita 
Pernahkan kalian melihat orang tua kalian duduk manis ketika kalian butuh biaya... 
Duduk manis ketika kalian kelaparan 
Duduk manis ketika kalian sakit,,, 
Tentu tidak kan.. 
Orang tua selalu berusaha mencukupi semua kebutuhan kita.. 
Tapi apakah kalian membalas dengan hal yang sama baiknya?? 
Kalian hanya bermalas malas 
Kalian Hidup dengan boros 
Kalian sering membantah jika di perintah 
Kalian tidak mematuhi nasehat mereka 
Apakan itu cara kalian membalas mereka?? 
Cobalah renungkan hal apa yng sudah kalian lakukan untuk membuat mereka bahagia 
Dan berapa banyak hal yang kau lakukan yang membuat mereka.. 
Ubahlah sikapmu untuk mereka.. 
Buatlah mereka bangga dan bahagia..

Puisi : Pesan Untuk Pemuda


Judul puisi  : Pesan Untuk Pemuda
Jenis karya  : Puisi 
Tema            : Motivasi 

 Pesan Tuk Pemuda 

Kutahu kau lelah 
Kutahu kau bosan 
Perjuangan yang enggan berakhir ini 
Perjuangan untuk meraih harapanmu 
Namun jangan pernah berhenti 
Jangan biarkan nafsumu mempengaruhimu 
Jangan biarkan rasa mudamu membodohimu 
Semua itu hanya melenakanmu 
Ya benar jika kau pikir. 
Lebih baik malas-malasan 
Menghabiskan uang sana-sini 
Sialnya lagi uang terbuang hanya tuk foya-foya 
Jangan pernah lupa 
Kau akan segera dewasa 
Kau kan segera berdiri dikakimu sendiri 
Dikaki yang kau buat dari sekarang 
Orang tuamu kan menua 
Dan tak mampu tuk menjadi kakimu lagi 
Disaat itu kau kan sadar 
Betapa sulitnya berdiri di kaki sendiri 
Namun itu semua belum berakhir 
Mulailah dari sekarang 
Buanglah rasa malasmu 
Pandanglah kedepan tujuanmu 
Gunakan waktumu dan uangmu 
Gunakan tuk berbuat kebaikan 
Maka tuhan akan menyayangimu 
Dan memperkuat kakimu tuk berjalan

Puisi : Gadis Desa


Judul puisi   : Gadis Desa
Jenis karya   : Puisi 
Tema             : Keindahan 

Gadis Desa 

Sungguh amat menawan 
Bak embun pagi yang disinari mentari pagi 
Matanya bak mutiara hitam 
Jari tangannya lentik nan lembut 
Wajahnya selalu membawa kesejukan 
Senyuman amat manis memanja 
Rambutnya tergerai bak ayunan melambai 
Budi pekertinya adalah emas 
Sungguh tak dapat kuungkapkan 
Ketika kubertemu lidahku membeku 
Jantungku bak kuda yang sedang berlari 
Saat itu mulai kusadari 
Kusadari hal yang tak kumengerti sebelumnya 
Ku telah jatuh hati padanya 
Jatuh hati kepada dirinya 
Kesederhanaannya amat mempesona

Puisi : Dinginnya Pagi


Judul puisi   : Dinginnya Pagi
Jenis karya  : Puisi 
Tema            : Semangat Belajar, Motivasi 

Dinginnya Pagi 

Pagi masih gelap 
Mentari pun masih menutup diri 
Kulihat awan agak gelap dilangit 
Awan yang menutupi rembulan Ini adalah pagi 
Pagi yang masih pagi sekali 
Namun ku harus segera bergegas 
Melawan nafsu malam 
Kabut tipis menutupi hitamnya jalan 
Titik air kadang menetes di wajahku 
Udarapun terasa membeku 
Ya itulah yang tubuhku rasakan dan lihat 
Sungguh berat jika kupikirkan 
Namun itu bukanlah halangan bagiku 
Bukanlah penurun semangat bagiku 
Tekadku takkan pernah berubah 
Tekadku yang lurus nan satu 
Motor tua sebayaku inilah temanku 
Kupacu untuk terus berjalan 
Menembus kabut dan dinginya udara Inilah jalan yang kupilih 
Jalan tuk mengejar harapanku 
Harapan yang menjadi alasanku tuk hidup 
Harapan untuk mereka kelak 
Kelak ini semua akan menjadi pelajaran 
Pelajaran untuk anak cucuku 
Hanya satu keyakinanku 
Tiada usahaku kan sia-sia

Puisi : Ayahku


Judul puisi   : Ayahku
Jenis karya   : Puisi 
Tema             : Kasih Sayang, Motivasi 

 Ayahku 

Ayah.. 
Amat tegar dirimu 
Amat besar pengorbanamu 
Namun kau selalu melihatkan senyummu 
Kau enggan melihatkan rasa sakitku untukku 
Dinginnya malam 
Tak mampu membuatmu gentar 
Panas teriknya siang 
Tak membuatmu menyerah 
Keringat bak darah kau cucurkan 
Kau korbankan semua yang kau punya 
Kau berikan tangan dan kakimu untukku 
Semua pengorbanan tergambar di wajahmu 
Pengorbanan yang tak pernah tertandingi 
Sungguh besar jiwamu untukku 
Kuberjanji padamu 
Takkan ada pengorbananmu yang sia-sia 
Kan kukejar jengkal demi jengkal harapanmu 
Apapun yang kulakukan takkan mampu membalasmu 
Langit bumi ini akan selalu menjadi saksimu.

Puisi : Kobaran Jiwa


Kobaran Jiwa

Ku ingin aku kan lebih dewasa lagi...
Meninggalkan sikap kanak-kanakku..
Sudah saatnya aku menatap lebih serius masa depanku..
“aku yakin pasti bisa..!!!!”
Walupun aku tahu bahwa semua ini takkan mudah...
Namun tidak ada salahnya jika terus berdoa dan berusaha
Marilah kawan berjuang bersamaku ...
Meraih bintang di langit yang paling tinggi
Kita rapatkan barisan kita dan maju bersama.
Kuatnya ombak takkan bisa dengan mudah merobohkan  batu karang besar
Dan bila kau mulai lelah berjuang dan berputus asa
Ingatlah “apa yang kau lakukan saat ini adalah untuk dirimu sendiri”
Dan bila malas mulai menghinggapi dirimu ...
maka ingatlah orang tuamu yang terus berjuang untung mu tanpa malas dan lelah..
Apa kau akan membalas pengorbanan mereka dengan kemalasan  dan kesedihan?????!!!!!!

“kemarin adalah masa lalu, kenyataan adalah saat ini, besok adalah misteri, jangan pikirkan akan jadi apa kamu besok, tapi lakukanlah hal terbaik yang saat ini bisa kamu lakukan, karena masa depanmu tergantung dengan apa yang kamu lakukan saat ini”


~Anam~